Masyarakat Kuindra Bersyukur Atas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Melalui Program DMIJ

Masyarakat Kuindra Bersyukur Atas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Melalui Program DMIJ
Fasilitator Masyarakat Pemberdayaan, Kecamatan Kuindra,  Ebtariadi Bersama Perangkat Dan Beberapa Orang Masyarakat Sedang Meninjau Pembangunan Infrast
HARIANRIAU.CO, INDRAGIRI HILIR - Masyarakat Kecamatan Kuindra, bersyukur atas pelaksanaan pembangunan infrastruktur melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ).

Pasalnya, selama ini kebanyakan infrastruktur di beberapa desa, seperti jalan, jembatan, dermaga dan tanggul dapat dikatakan tidak lagi layak untuk difungsikan oleh masyarakat.

Menurut penuturan Fasilitator Masyarakat Pemberdayaan Kecamatan Kuindra, Ebtariadi kepadaharianriau.co, Senin (21/11/2016), usai pelaksanaan pembangunan melalui program DMIJ menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD), akses antar desa se-Kecamatan Kuindra menjadi terbuka.

"Dulu, jalan penghubung antar desa di Kecamatan Kuindra kondisinya sangat parah. Maka itu, akses menjadi terbatas jika melalui jalur darat. Namun kini, akses antar desa melalui jalur darat sudah bisa dilalui oleh masyarakat. Jalan penghubung antar desa di Kecamatan Kuindra berangsur-angsur baik," terangnya.

Bahkan, guna menunjang kelancaran transportasi di Kecamatan Kuindra, dikatakan Ebtariadi, akan diadakan kapal penyeberangan yang akan mempermudah akses dari setiap desa di Kecamatan Kuindra menuju Ibu Kota Kabupaten Inhil, Tembilahan.

"Tahun ini (2016, red), Pucai (Sebutan untuk Kapal Penyeberangan, red) sudah dianggarkan, guna menunjang kelancaran transportasi," tukasnya.

Selain dari aspek teknis, melalui program DMIJ, disebutkan Ebtariadi, masyarakat juga bersyukur karena dapat berpartisipasi aktif dalam pemilihan kegiatan pembangunan yang menurut mereka sangat penting dilaksanakan di masing-masing desa mereka.

"Sekarang, dengan adanya program DMIJ, masyarakat sudah tidak susah lagi memilih prioritas pembangunan menggunakan ADD yang ditunjang dengan dana bantuan lain," katanya.

Namun demikian, Ebtariadi menyebutkan, pembangunan infrastruktur kerap dihadapkan dengan kendala letak geografis desa yang relatif jauh. Sehingga, memicu kenaikan harga material bangunan.

"Tapi, apa boleh buat, keadaannya memang sudah begitu dari dulunya. Yang terpenting adalah pembangunan infrastruktur di setiap desa se-Kecamatan Kuindra dapat dilaksanakan, meskipun secara bertahap," pungkasnya.

Terakhir, Ebtariadi berharap, agar Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir dapat menambah program sejenis DMIJ, guna menggesa pembangunan infrastruktur di setiap desa, khususnya desa-desa di Kecamatan Kuindra.

 

Dedek Pratama

Halaman :

Berita Lainnya

Index